Kenapa harus PP?
"Be, rumah jauh dari kampus. gamau kos?"
"ga cape cuy?"
"anak mipa banyak tugas, praktikum, yakin pp?
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan klasik dari orang-orang sekitar. Bagi sebagian orang, Tangerang-Jakarta merupakan perjalanan yang jauh dan memakan waktu. Ditambah lagi aku merupakan mahasiswa fakultas mipa, yang bisa dibilang memiliki banyak tugas, banyak buku yang harus dibawa, dan kegiatan praktikum yang pastinya harus membuat laporan (apalagi ditulis tangan). Juga merupakan anggota BEM dan beberapa organisasi yang diikuti. Tapi bagi sebagian orang lagi, termasuk aku, PP atau pulang pergi dari rumah ke kampus banyak keuntungan nya. Berikut keuntungan yang didapat :
1. Lebih bisa mengatur waktu
kita jadi lebih bisa atur kapan waktu berangkat, dan kapan waktu pulang. karena perjalanan jauh dan lumayan menghabiskan waktu sekitar 1-3 jam, kita jadi lebih memperhatikan dan menghargai waktu. Bisa membiasakan bangun pagi yang pastinya baik juga untuk kesehatan dan produktivitas waktu.
terbiasa juga mengatur waktu dalam mengerjakan tugas, kita jadi menghindari yang namanya deadliner tugas. Apalagi, ada rapat organisasi atau bermain bersama teman, tambah bisa mengatur waktu agar semua bisa terjalani dengan lancar dan tidak membuang waktu yang sia-sia.
2. Dilatih cepat dalam mengambil keputusan
disaat sedang macet-macetnya atau telat bangun misalnya, dan diperkirakan akan telat, maka kita dituntut untuk cepat dalam mengambil keputusan, mau pakai transportasi apa, mau naik transjakarta rute mana yang lebih cepat sampai. dilatih untuk berpikir kritis, cepat dan cermat.
3. Menambah pengetahuan dan pengalaman
"we learn 50% of what we see and hear, we learn 80% of what we experience" -William Glasser
dalam perjalanan, kita melihat atau mengalami sesuatu yang selanjutnya pasti menjadi pengalaman dan pembelajaran. Misalnya, salah rute dan ternayata bisa lho lewat sini, coba pake rute ini ternyata lebih enak lho gamacet. Kita jadi lebih tau banyak jalan dari pengalaman. Pasti setiap hari nya selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil dari apa yang kita lihat,dengarkan, dan rasakan.
4. Melatih bersosialisasi
Beberapa orang mungkin tidak mudah bersosialisasi dengan orang baru, namun dengan perjalanan yang lumayan panjang ini, kita bisa memulai memberanikan diri bersosialisasi seperti tersenyum saat menawarkan duduk kepada orang yang lebih layak mendapatkan tempat duduk, menjawab pertanyaan jika ada orang yang bertanya tentang arah jalan, yang selanjutnya memungkinkan untuk mengobrol lebih lanjut dan bisa saja dari obrolan itu bisa menambah pengetahuan dan berbagi pengalaman.
5. Memperhatikan sekitar
sangat memungkinkan untuk memperhatikan apa yang terjadi pada sekitar. Juga untuk lebih peka terhadap keadaan sekitar. misalnya, membantu orang yang kesulitan dalam membawa belanjaan, atau membantu orang yang kebingungan saat di perjalanan, dan masih banyak lagi yang bisa kita perhatikan yang membuat kita peka terharap apa yang terjadi.
6. Memanfaatkan waktu perjalanan dengan hal positif
Saat perjalanan, banyak hal positif yang bisa kita lakukan. Baik yang bermanfaat bagi diri sendiri, maupun dengan orang lain. Untuk diri sendiri, misalnya belajar. Belajar apa saja yang kita suka atau yang ingin kita perdalam. Media elektronik bisa dimanfaatkan dalam belajar, seperti digunakan untuk melatih mendengarkan percakapan bahasa asing, membaca berita, menonton tutorial, dan masih banyak hal positif lain nya.
Masih banyak lagi manfaat yang didapatkan menurut pribadi masing-masing. Tetapi, jangan salah persepsi, bukan berarti mengira bahwa para pejuang kos tidak mempunyai hal yang bermanfaat. Jika kita selalu berfikir positif terhadap apa yang kita lakukan sekarang, pasti kita akan merasakan manfaatnya. Teruslah nikmati dan syukuri apapun keadaan nya. Selalu lihat sisi positif terhadap apa yang kita jalani. Dengan begitu, kita akan nyaman dalam menjalankan nya dan merasakan manfaatnya.
Semangat :)
"ga cape cuy?"
"anak mipa banyak tugas, praktikum, yakin pp?
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan klasik dari orang-orang sekitar. Bagi sebagian orang, Tangerang-Jakarta merupakan perjalanan yang jauh dan memakan waktu. Ditambah lagi aku merupakan mahasiswa fakultas mipa, yang bisa dibilang memiliki banyak tugas, banyak buku yang harus dibawa, dan kegiatan praktikum yang pastinya harus membuat laporan (apalagi ditulis tangan). Juga merupakan anggota BEM dan beberapa organisasi yang diikuti. Tapi bagi sebagian orang lagi, termasuk aku, PP atau pulang pergi dari rumah ke kampus banyak keuntungan nya. Berikut keuntungan yang didapat :
1. Lebih bisa mengatur waktu
kita jadi lebih bisa atur kapan waktu berangkat, dan kapan waktu pulang. karena perjalanan jauh dan lumayan menghabiskan waktu sekitar 1-3 jam, kita jadi lebih memperhatikan dan menghargai waktu. Bisa membiasakan bangun pagi yang pastinya baik juga untuk kesehatan dan produktivitas waktu.
terbiasa juga mengatur waktu dalam mengerjakan tugas, kita jadi menghindari yang namanya deadliner tugas. Apalagi, ada rapat organisasi atau bermain bersama teman, tambah bisa mengatur waktu agar semua bisa terjalani dengan lancar dan tidak membuang waktu yang sia-sia.
2. Dilatih cepat dalam mengambil keputusan
disaat sedang macet-macetnya atau telat bangun misalnya, dan diperkirakan akan telat, maka kita dituntut untuk cepat dalam mengambil keputusan, mau pakai transportasi apa, mau naik transjakarta rute mana yang lebih cepat sampai. dilatih untuk berpikir kritis, cepat dan cermat.
3. Menambah pengetahuan dan pengalaman
"we learn 50% of what we see and hear, we learn 80% of what we experience" -William Glasser
dalam perjalanan, kita melihat atau mengalami sesuatu yang selanjutnya pasti menjadi pengalaman dan pembelajaran. Misalnya, salah rute dan ternayata bisa lho lewat sini, coba pake rute ini ternyata lebih enak lho gamacet. Kita jadi lebih tau banyak jalan dari pengalaman. Pasti setiap hari nya selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil dari apa yang kita lihat,dengarkan, dan rasakan.
4. Melatih bersosialisasi
Beberapa orang mungkin tidak mudah bersosialisasi dengan orang baru, namun dengan perjalanan yang lumayan panjang ini, kita bisa memulai memberanikan diri bersosialisasi seperti tersenyum saat menawarkan duduk kepada orang yang lebih layak mendapatkan tempat duduk, menjawab pertanyaan jika ada orang yang bertanya tentang arah jalan, yang selanjutnya memungkinkan untuk mengobrol lebih lanjut dan bisa saja dari obrolan itu bisa menambah pengetahuan dan berbagi pengalaman.
5. Memperhatikan sekitar
sangat memungkinkan untuk memperhatikan apa yang terjadi pada sekitar. Juga untuk lebih peka terhadap keadaan sekitar. misalnya, membantu orang yang kesulitan dalam membawa belanjaan, atau membantu orang yang kebingungan saat di perjalanan, dan masih banyak lagi yang bisa kita perhatikan yang membuat kita peka terharap apa yang terjadi.
6. Memanfaatkan waktu perjalanan dengan hal positif
Saat perjalanan, banyak hal positif yang bisa kita lakukan. Baik yang bermanfaat bagi diri sendiri, maupun dengan orang lain. Untuk diri sendiri, misalnya belajar. Belajar apa saja yang kita suka atau yang ingin kita perdalam. Media elektronik bisa dimanfaatkan dalam belajar, seperti digunakan untuk melatih mendengarkan percakapan bahasa asing, membaca berita, menonton tutorial, dan masih banyak hal positif lain nya.
Masih banyak lagi manfaat yang didapatkan menurut pribadi masing-masing. Tetapi, jangan salah persepsi, bukan berarti mengira bahwa para pejuang kos tidak mempunyai hal yang bermanfaat. Jika kita selalu berfikir positif terhadap apa yang kita lakukan sekarang, pasti kita akan merasakan manfaatnya. Teruslah nikmati dan syukuri apapun keadaan nya. Selalu lihat sisi positif terhadap apa yang kita jalani. Dengan begitu, kita akan nyaman dalam menjalankan nya dan merasakan manfaatnya.
Semangat :)
Komentar
Posting Komentar